Rabu, 25 Juli 2018

Kipas Angin vs Air Cooler, Mana yang Lebih Bagus?

Dengan semakin tingginya kebutuhan akan perangkat pendingin ruangan membuat banyak produk bermunculan. Jika dulu mungin kita hanya mengenal kipas angin dan AC (Air Conditioner) maka saat ini perangkat sejenis lainnya juga bisa kita jumpai. Beberapa produk sejenis kipas angin dan AC yang bisa kita dapati yakni air cooler, exhaust fan, air curtain dan juga cooling pack bisa kita beli dan gunakan. Nah salah satu pilihan menarik untuk mendinginkan ruangan yang bisa Anda coba adalah air cooler. Lihat apa itu air cooler. Dengan segala kepraktisan yang ada jika dibandingkan dengan AC maka banyak yang menganggap air cooler adalah pilihan terbaik. Tapi bicara kepraktisan bagaimana bila air cooler ini dibandingkan dengan kipas angin? Untuk membahas perbandingan lengkapnya, kita bisa menyimak urainya berikut ini.

Harga
Bicara harga maka kita akan mendapati harga kipas angin yang lebih murah dibanding harga air cooler. Untuk membeli kipas angin kita hanya perlu mengeluarkan dana antara Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Sedangkan untuk membeli air cooler maka Anda harus bersiap dengan dana antara Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta. Jadi bijaklah dalam hal harga untuk menentukan perangkat pendingin ruangan yang akan dibeli. Hal paling umum yang bisa dijadikan standar menetapkan kebijakan ini adalah mendasarkannya pada kebutuhan.

Perawatan
Untuk masalah perawatan maka Anda yang tak mau repot bisa memilih kipas angin. Sebab dengan kipas angin Anda hanya perlu membersihkan bagian baling-baling yang kotor. Tapi bila Anda menggunakan air cooler maka selain membersihkan baling-balingnya, Anda juga harus mau membersihkan tangki air secara rutin. Untuk masa pembersihan antara kipas angin dan air cooler ini memiliki waktu yang sama yakni setiap dua bulan sekali. Perawatan dan pembersihan kedua perangkat pendingin ruangan ini juga terbilang praktis karena bisa dilakukan sendiri tanpa perlu membutuhkan bantuan ahli atau orang lain seperti pada perawatan AC.

Kepraktisan
Selanjutnya dari segi kepraktisan maka kipas angin juga punya kelebihan dibanding air cooler. Meski sama-sama bersifat portabel (mudah dipindah-pindahkan), namun kipas angin lebih mudah dipindahkan dibandingkan dengan air cooler. Ini dikarenakan bobot air cooler yang jauh lebih berat dibanding kipas angin. Penempatan air cooler yang harus berada di ruangan yang punya sirkulasi udara baik juga membuat air cooler sedikit lebih merepotkan.

Konsumsi Listrik
Bicara masalah konsumsi listrik maka kipas angin yang tidak menggunakan kompresor membuat konsumsi listriknya lebih rendah dibanding air cooler. Kipas angin memang hanya bekerja membuat udara berhembus lebih kencang sehingga terasa dingin saat menerpa tubuh. Dari sini konsumsi listrik pada kipas angin pun tidak besar karena hanya bekerja menggerakkan baling-baling. Tapi air cooler yang bekerja meningkatkan kelembaban udara dengan memanfaatkan air dingin di dalam tangki membuat listrik yang dibutuhkan lebih besar dibanding kipas angin.

Tingkat Kesejukan dan Kelembapan Udara
Terakhir, ditilik dari tingkat kesejukan dan kelembaban yang dihasilkan maka air cooler punya kelebihan dibanding kipas angin. Hal ini dikarenakan air cooler yang menerapkan sistem uap air dari air dingin dalam tangki akan membuat kelembaban udara meningkat sehingga udara terasa lebih dingin. Sementara itu untuk kipas angin hanya menggerakkan udara dan tidak akan membuat tingkat kelembaban udara lebih besar. Sehingga dinginnya udara dari kipas angin ini hanya mengandalkan pergerakan baling-baling yang mampu menggerakkan udara ke ruangan dan ke badan.
Load disqus comments

0 komentar